Assalamulaikum Wr Wb, "Selamat Datang di Blog Kumpulan Kisah-Kisah Inspiratif,Give Inspiration, Motivation and Enlightenment, Untaian kisah yang menginspirasi dan membangkitkan semangat dikala lemah,Selamat Meyelami Kedalaman Samudera Kisah-Kisah yang Penuh Makna"

Sabtu, 19 Februari 2011

10 Bocah Super Ajaib Dari Penjuru Dunia


1. Kim Ung-Yong : Manusia Ber-IQ Tertinggi di Dunia
Lahir pada tahun 1962, Anak dari Korea ini dinobatkan sebagai manusia jenius di seluruh dunia. Bayangkan Pada unur 4 tahun, dia sudah bisa membaca huruf Jepang, Korea,Jerman,Inggris. Pada umur 5 tahun ia mampu memecahkan masalah pada soal kalkulus. ia mencatatkan dirinya pada Guinness Book of World Records dengan “Highest IQ” 210.

2. Gregory Smith : Mendapatkan Penghargaan Nobel Pada Usia 12

Lahir pada tahun 1990, Gregory Smith mencatatkan namanya pada nobel perdamaian berkat usahanya dalam mendirikan International Youth Advocates yang merupakan perkumpulan Orang muda seluruh dunia. Ia pernah bertemu langsung dengan Presiden Bush, dan juga Michael Gorbacev lho…

3. Akrit Jaswal : Dokter Bedah usia 7 tahun
Julukan “anak terpandai di dunia” telah melekat pada Akrit Jaswal, seoarang anak dari India. Ia mengejutkan Publik, ketika pada umur 7 tahun melakukan pembedahan pada seorang gadis lokal di tempatnya.

Gadis itu menderita luka bakar di tangannya, hingga tangannya tidak dapat dibuka, dan jaswalpun melakukan pembedahan hingga jemari gadis itu bisa terbuka seperti sedia kala. Saat ini, ia tercatat sebagai dokter paling muda di dunia, ia diterima di Universitas pada usia 11 tahun.

4. Cleopatra Stratan : Bocah Penyanyi Berusia 3 Tahun dengan Gaji 1000€ per lagu

Lahir Pada 6 Oktober 2002 di Chisinau. ia adalah pencatat sejarah di Industri musik sebagai seorang penyanyi. Dengan albumnya tahun 2006 La vârsta de trei ani (”pada usia 3″). Dia mencatat record seorang artis cilik yang tampil diatas panggung dengan ribuan penggemarnya. Dia juga menerima penghargaan MTV Award dalam artis termuda yang mencetak #1 Hit

5. Aelita Andre : Pelukis di usia 2 tahun
Anak kelahiran Australia ini, baru berumur dua tahun sudah menunjukkan kualitasnya sebagai jenius, ia memiliki sebuah gedung pertunjukkan untuk karya-karya abstraknya.

Pada mulanya Mark Jamieson, direktur dari Brunswick Street Gallery di Melbourne’s Fitzroy. Tretarik melihat sebuah poto lukisan dari Aelita Andre. dan dia menginginkannya bergabung dalam grupnya karena bakat lukisannya itu. Ketika undangan telah dibuat, ia baru saja menyadari bahwa Aelitaadalah anak yang masih berumur 22 bulan. Namun ia tetap melanjutkan pertunjukannya itu.

6. Saul Aaron Kripke : Mengajar Havard saat Masih Duduk di Bangku SMA
Lahir di New York dan tumbuh dewasa di Omaha di 1940. Jenius satu ini, saat kelas empat ia menguasai aljabar, saat akhir SD ia sudah bisa geometri, kalkulus dan filsafat. Saat SMU ia memperoleh surat dari Harvard agar melamar sebagai dosen, namun ibunya menyuruhnya untuk menamatkan sekolahnya dahulu. Kripke dihadiahi Schock Prize, Nobel Filosofi. Sekarang, ia dinobatkan sebagai ahli filsafat terbesar dalam sejarah

7. Michael Kevin Keaulus : kuliah pada umur 10 tahun

Kaerny, lahir tahun 1984, ia menyelesaikan kuliah pada umur 10 tahun. dan tercatat sebagai sarjana termuda. ia mengajar universitas pada usia 17 tahun. Namanya semakin mencuat kala dia memenangkan sebuah kuis online. Pada 2006, dia mencapai final di tanda burnett/aol perebutanGold Rush, permainan menguji/teka-teki, dan menjadi pemenang pertama 1 juta di permainan kenyataan online.

8. Fabiano Luigi Caruana : Grandmaster pada usia 14
Seorang anak berwarga negara America dan Italia ini sungguh jenius. Pada tahun 2007 ia memperoleh Grandmasternya, 11 bulan, 20 hari. sejarah telah mencatat namanya dalam Grandmaster termuda.

Dan baru-baru ini pada bulan April 2009, ia memperoleh Elo rating 2649, dalam usianya yang dibawah 18 tahun, membuatnya sebagai pemeroleh ranking terbanyak, dan menakjubkan, hal itu dilakukannya sebelum usianya genap 18 tahun.

9. Willie Mosconi : Pemain Bilyard Professional pada usia 6
Mendapat julukan “Tuan Pocket Billiards”. Dia berasal dari Philadelphia, Pennsylvania. Ayahnya seorang pemilik tempat Billyard, namun ayahnya tidak mengizinkannyamain, ia sering berimprovisasi dengan gagang sapu milik ibunya. Ayahnya melihat bakat anaknya, ia sering mengalahkan orang-orang yang lebig tua darinya.

Antara tahun 1941 dan 1957, dia memenagkan BCA World Championship selama 15 kali tanpa perbah kalah sekalipun. ia memebuat berbagai macam trik, membuat banyak rekor, dan membuat billyard menjadi olahraga yang terkenal.

10. Elaina Smith : Penyiar Usia 7 tahun

Dalam usianya yang 7 tahun Elaina telah menjadi penyiar radio dengan pendengar yang melebihi umurnya. Elaina banyak memberikan solusi tentang percintaan kepada para pendengarnya. Bagaimana caranya memutuskan pacar, Bagaimana caranya untuk membina hubungan yang harmonis.


Sumber: http://situslakalaka.blogspot.com/2010/10/10-bocah-super-ajaib-dari-penjuru-dunia.html
Read more »

Ajaib ! Bocah 11 Tahun Sudah Jadi Sarjana





BOCAH AJAIB: Moshe Kai Cavalin, termuda di kampus.(MSNBC)
BOCAH ini mungkin menjadi sarjana termuda di dunia. Dalam usia 11 tahun, Moshe Kai Cavalin telah lulus kuliah dari East Los Angeles College, Jumat (5/6). Bahkan, ia memperoleh dengan IPK 4,0 alias sempurna. Luar biasa!



Bocah dari seorang ibu berdarah Taiwan dan ayah Israel ini, seperti dilansir Dailymail, memulai studi di perguruan tinggi pada usia 8 tahun dan menjadi mahasiswa termuda di kampusnya. Yang menarik, dia justru memberi les privat bagi teman-teman sekelasnya yang berusia 19-20 tahun dalam mata pelajaran matematika dan fisika.



Walaupun begitu, Moshe menolak disebut sebagai bocah jenius. “Saya hanya anak biasa yang belajar tekun dan melakukan yang terbaik,” katanya, dalam wawancara dengan MSNBC, Sabtu (6/6).

Selain dikenal sebagai bocah berprestasi, Moshe juga mahir seni bela diri dan memenangkan sejumlah kejuaraan seni berperang. “Saya tidak tertarik dengan video game, karena permainan itu tidak memberi keuntungan bagi umat manusia,” uacpnya.
 
Bocah yang mengidolakan Albert Einstein dan Bruce Lee ini berencana ingin belajar menyelam dan menulis buku mengenai anak-anak. Ia juga ingin menulis buku mengenai kiat-kiat sukses di sekolah.
 
sumber: http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=72449
Read more »

Seorang nenek berkeliling Rusia dengan Sepeda

Tak ada kata tua untuk dapat berprestasi dan meraih hal yang sensasional, mungkin kata itu sangat pantas ditujukan pada Seorang wanita Rusia bernama Yulia Mikhailyuk yang sudah berusia 70 tahun, bagaimana tidak, hanya dengan mengayuh sepeda, nenek itu berhasil menjelajahi Rusia.


Pensiunan dari kota Tver Rusia itu menghabiskan 3 bulan untuk berkeliling Rusia dengan sepedanya, dengan berbekal tekad yang kuat serta makanan dan uang secukupnya, ia memulai petualangan yang tak akan dapat dilupakan. Ia mengawali petualangan bersepedanya dari kota Tver di daerah Rusia tengah dan berakhir di Petropavlovsk-Kamchatsky on the Kamchatka peninsula, yaitu sebuah wilayah yang berada di ujung Timur negara Rusia, Total nenek ini sudah menempuh perjalanan lebih dari 8.000 kilometer dengan sepedanya.




Nama Yulia Mikhailyuk kini tercatat di Russian Guinnes book of records sebagai salah satu penjelajah sepeda tertua di rusia, Bahkan perjalanan bersepeda sepanjang 8.000 kilometer ini bukanlah yang pertama baginya, sebelumnya ia pernah bersepeda sampai 20.000 kilometer beberapa tahun yang lalu. Weleh weleh.....

Dan walaupun sudah mencatat banyak prestasi, ia masih tetap belum puas, ia berencana untuk melakukan penjelajahan yang lebih extreme lagi

“Everybody says I’d better stay with my grandsons and knit socks for them… but my daughters-in-law think the opposite. They say: ‘Yulia Ivanovna, we’re so lucky to have such a good mother like you’,” begitulah jawabnya saat ditanya oleh Russian First Channel perihal petualanganya.

Memang prestasi tak hanya dapat diraih di waktu muda, di waktu tua pun kita tetap bisa berprestasi asalkan mau berusaha dan mempunyai tekad yang kuat.

 Sumber: http://sekedar-tahu.blogspot.com/2010/07/seorang-nenek-berkeliling-rusia-dengan.html
Read more »

Jumat, 18 Februari 2011

Pesankan saya tempat di neraka !!! (sebuah kisah tragis dari mesir)

Sebuah kisah dimusim panas yang menyengat. Seorang kolumnis majalah Al Manar mengisahkannya…
Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya. Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan akhlak. Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa dijaga. Jilbab bisa sebagai multi fungsi.

Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, Cairo-Alexandria; di sebuah mikrobus. Ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat. Karena menantang kesopanan. Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar.

Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundang ‘perhatian’ kalau bisa dibahasakan sebagai keprihatinan sosial. Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya mengingatkan. Bahwa pakaian seperti itu bisa mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi dirinya. Disamping pakaian seperti itu juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan.

Tahukah Anda apa respon perempuan muda tersebut?
Dengan ketersinggungan yang sangat ia mengekspresikan kemarahannya. Karena merasa privasinya terusik. Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang.

“Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya, tempat di neraka Tuhan Anda!!
sebuah respon yang sangat frontal. Dan sang bapak pun hanya beristighfar. Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah.

Detik-detik berikutnya suasanapun hening. Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpinya. Tak terkecuali perempuan muda itu. Hingga sampailah perjalanan dipenghujung tujuan. Di terminal akhir mikrobus Alexandria.

Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun. Tapi mereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yang masih terlihat tertidur. Ia berada didekat pintu keluar. “Bangunkan saja!” begitu kira-kira permintaan para penumpang.

Tahukah apa yang terjadi. Perempuan muda tersebut benar-benar tak bangun lagi. Ia menemui ajalnya. Dan seisi mikrobus tersebut terus beristighfar, menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk disampingnya.

Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan.
Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya….
Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat… Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yang buruk…
Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah…
Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbing-Nya.
Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat denganNYA semakin dekat.
Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar…mumpung kesempatan itu masih ada.
               
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2675622

Read more »

Lelaki Pendek, Hitam dan Lebih Jelek dari Untanya

"Ada  berjuta orang baik yang tidak kita kenal. Ada berjuta orang baik yang tak pernah dikenal dan memilih tidak dikenal. Mereka mencintai pilihan hidup yang juga dicintai Allah. Jika mereka tidak tampak mereka tidak dicari orang, dan pabila mereka tampak mereka juga tidak dikenali orang. Dan diantara mereka, mungkin saja adalah orang-orang yang jauh lebih baik, lebih terhormat, dan lebih luas ilmu dan pengetahuannya , lebih taat kepada Allah, hanya saja mereka memilih tidak dikenal.Karena menjadi baik tidak serta-merta harus dikenal"


Di Baqi’ yang hening, kampung kecil dipinggiran Madinah, Rasulullah seperti biasanya meyampaikan nasehat-nasehatnya. “Siapa yang pada hari ini mengeluarkan shadaqah, maka aku akan memberikan kesaksian baginya disisi Allah pada hari kiamat,” begitu Rasluulah mengabarkan berita gembira.

Tak lama, datang seorang penduduk,orang itu begitu hitam kulit mukanya, paling pendek diantara mereka. Bahkan lelaki ini dianggap paling hina diantara mereka. Lelaki itu datang membawa unta yang sangat bagus. Tak ada satupun unta yang lebih bagus dari untanya.

“Apakah  unta ini untuk shadaqah?” Tanya Rasulullah.
“Benar wahai Rasulullah,” jawab lelaki itu.
Tiba-tiba ada orang yang berkomentar mengejeknya. “Dia menshadaqahkan untanya? Padahal untanya lebih bagus dari dirinya?”

Mendengar perkataan itu, Rasulullah tidak senang dan berkata, “Kamu sangat keliru, itu tidak benar. Bahkan orang ini lebih baik dari dirimu dan dari untanya. Engkau keliru.”

Rasulullah bahkan mengulang perkataan itu tiga kali. Lalu menambahkan, “Beruntunglah orang yang zuhud, dan juga berusaha, beruntunglah orang yang zuhud, dan juga berusaha.”

Begitulah lelaki hitam da pendek penduduk Baqi’ itu, sebuah fragmen tentang orang baik yang dilecehkan. Ia bukan saja tidak terkenal, bahkan ia dianggap paling hina diantara semua warga kampung itu. Wajahnya hitam, tubuhnya pendek.untanya lebih ‘ganteng’ dari dirinya.

Pola pikir “Lelaki pendek, hitam, lebih jelek dari untanya”, seperti itu, sesungguhnya telah mewabah.Kita hidup ditengah masyarakat yang hanya melihat harga orang lain dari tampilan luarnya. Maka disini berlaku hukum ketenaran, keterkenalan, kemasyuran. Sesuatu yang sangat mudah direka-reka oleh media massa dan semakin mengokohkan bahwa menjadi terkanal saat ini tidak harus karena kebaikan. Media bisa membuat yang buruk tampil terkesan baik, alami. Sebaliknya, media bisa pula menampilkan orang-orang baik, dalam format yang kumal, lusuh dan tak punya gairah hidup. Semua itu telah memaksa alam bawah sadar  orang-orang bahwa orang-orang besar dan terkenal itu adalah mereka yang berulang-ulang muncul ditelevisi, tampil diatas panggung, menyeruak diatas pentas. Padahal, ada berjuta orang baik yang tak kita kenal. Ada berjuta orang baik yang tak pernah dikenal. Ada berjuta orang baik, yang seumur hidupnya, hingga akhir hayatnya, tak pernah sedikitpun muncul ditelevisi, koran, majalah dan media massa lainnya.
 
Memahami prinsip ini penting, agar kita tidak pernah sedetikpun merasa lebih baik dari orang lain, dalam hal apa saja. Agar kita tidak mengukur kebaikan dengan kacamata kita sendiri. Dan memunculkan kesadaran dalam diri kita untuk selalu berbenah, menata diri, dan meningkatkan kebaikan, serta memahami bahwa menjadi baik itu tidak serta merta harus terkenal, disorot oleh media.

Imam Syafi’i sendiri mengajarkan kepada kita bahwa menjadi baik, tidak harus terkenal, ketika beliau berkata, “Saya ingin sekali manusia mengetahui ilmu, dan tidak menisbahkannya sedikitpun pada saya selama-lamanya” Ia lantas memberi alasan, “Agar aku diberi pahala karenanya, dan meraka tidak memujiku.”

Dalam makna yang lebih mendalam, Rasulullah seperti yang disampaikan Anas bin Malik, bersabda, “Berapa banyak orang yang kusut dan berdebu, memakai selembar pakaian lusush, yang tidak mengundang perhatian, namun sekiranya ia bersumpah atas nama Allah, niscaya Allah mengabulkannya.” (HR. Tirmidzi).

Ada berjuta orang baik yang tidak kita kenal, sangat mungkin diantara mereka, adalah orang yang jauh lebih baik, lebih terhormat, lebih banyak kebajikannya, lebih luas ilmu dam pengetahuaannya. Mereka memilih tidak dikenal. Mereka mencintai pilihan hidup yang juga dicintai Allah, seperti sabda Rasulullah, “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang sembunyi-sembunyi, miskin, bertakwa dan berbuat kebaikan. Jika meraka tidak tampak meraka tidak dicari orang, apabila mereka tampak meraka juga tidak dikenali orang. Hati meraka adalah pelita petunjuk. Mereka keluar dari segala cobaan yang buta dan gelap”

Sumber: Tarbawi
Read more »

Kamis, 17 Februari 2011

Biarlah, Hanya Allah Yang Mengenalku

     Ada sebuah pesan menarik dari seorang ulama salaf. Tu’rafuna fi ahlis-sama’ wa tukhfuna fil ahlil ardli. Berusahalah agar kalian lebih dikenal oleh para penghuni langit, walaupun tak seorangpun penduduk bumi yang mengenal kalian. Rasulullah SAW menyebut tipe  manusia ini dengan sebutan Al Akhfiya’; manusia-manusia tersembunyi. Beliau juga mengatakan Allah Azza wa jalla sangat mencintai manusia tipe ini. Mereka tidak pernah peduli apa kata manusia tentang mereka, yang penting adalah apa kata Allah tentang mereka. Itulah sebabnya, mereka tidak pernah mengalami kegilaan kemashyuran.

     Dan ini adalah salah satu kisah tentang meraka. Ia hidup dimasa tabi’in. Namun  hingga hari ini tak satu buku sejarahpun yang dapat menyingkap identitas   pria ini. Satu-satunya informasi tentangnya hanyalah bahwa ia seorang berkulit hitam dan bekerja sebagai tukang sepatu. Periwayat kisah ini adalah seorang tabi’in bernama Muhammad ibn al-Munkadir rahimullah.

                                                               ***
     Malam itu sudah  terlalu malam dan gelap. Namun walaupun malam, udara terasa lebih panas dari biasanya. Tidak aneh memang, sebab hari-hari itu adalah hari-hari kemarau panjang di kota itu.Sudah setahun ini kota Madinah tidak pernah mendapatkan curahan air dari langit. Entah telah berapa kali penduduk kota berkumpul melakukan shalat istisqa’ demi meminta hujan. Namun hingga malam itu, tak setetes hujanpun yang turun menemui mereka.

      Dan malam itu, seperti kebiasaannya bila sepertiga akhir malam menjelang , Muhammad ibn al Munkadir meninggalkan rumahnya dan bergegas ke mesjid Rasulullah. Usai mengerjakan shalat malam itu, ibnu al-Munkadir bersandar kesalah satu tiang mesjid. Tiba-tiba ia melihat sebuah sosok bergerak tidak jauh dari tempatnya bersandar. Ia mencoba untuk menhetahui siapa sosok itu. Agak sulit sebab malam telah begitu gelap. Dengan agak susah payah ia melihat seorang pria berkulit hitam agak kecoklatan. Tapai ia sama sekali tidak mengenalnya. Pria itu membentangkan sebuah kain dilantai mesjid itu. Dan pria itu sepertinya benar-benar merasa hanya ia sendiri yang berada dalam mesjid itu. Ia tidak menyadari kehadiran ibnu al-Munkadir tidak jauh dari tempat berdirinya.

     Ia berdiri mengerjakan shalat dua raka’at. Usai itu, ia duduk bersimpuh. Begitu khusyuk ia bermunajat. Dan dalam munjat itu, ia mengatakan, “Duhai Tuhanku, penduduk negeri haram-Mu ini telah bermunajat dan memohon hujan pada-Mu namun Engkau tidak kunjung mengaruniakannya pada meraka. Duhai Tuhanku, sungguh aku mohon kepada-Mu curahkanlah hujan itu untuk mereka.

     Ibnu al-Munkadir yang mendengar munajat itu agak sedikit mencibir. “Dia pikir dirinya siapa mengatakan seperti itu,” katanyadlam hati. “Orang-orang shaleh seantero Madinah telah keluar untuk berdoa meminta hujan, namun tak kunjung dikabulkan….Lalu tiba-tiba, orang ini berdoa pula…,” gumamnya.

     Namun sungguh diluar dugaan, belum lagi pria hitam itu menurunkan kedua  tangannya, tiba-tiba saja suara Guntur begemuruh dari langit. Tetesan-tetesan air hujan menetes ke bumi. Sudah lama tak begitu. Tak terkira betapa gembira pria itu.Segala pujian dan sanjungan ia ucapkan kepada Allah Ta’ala. Namun tidak lama kemudian ia berkata dengan penuh ketawadhu’an, “Duhai Tuhanku, siapakah aku ini? Siapakah gerangan aku ini hingga Engkau berkenan mengabulkan doaku?”

     Ibnu al-Munkadir hanya tertegun di tempatnya memandang pria itu. Tidak lama sesudah itu, pria tersebut bangkit kembali dan melanjutkan raka’at-raka’atnya . Hingga ketika saat subuh menjelang, sebelum kaum muslimin lainnya bedatangan, ia segera menyelesaikan witirnya. Dan ketika shalat subuh ditegakkan, ia masuk kedalam shaf seolah-olah ia baru saja tiba dimesjid itu. Usai mengerjakan shalat subuh, pria itu bergegas keluar meninggalkan mesjid Rasulullah. Jalan-jalan kota Madinah subuh itu digenangi air. Pria itu berjalan cepat sambil mengangkat kain bajunya. Menghilang. Ibn al-Munkadir yang berusaha mengikutinya kehilangan jejak. la benar-benar tidak tahu ke mana pria hitam itu pergi.
                                                             ***
     Dan malam kembali merangkak semakin jauh. Malam ini, Muhammad ibn al-Munkadir kembali mendatangi mesjid Nabawi. Dan seperti malam kemarin, ia kembali melihat pria hitam itu. Persis seperti kemarin. Ia mengerjakan shalat malamnya hingga subuh menjelang. Dan ketika shalat ditegakkan, ia masuk ke dalam shaf seperti orang yang baru saja tiba di mesjid itu. Dan saat sang imam mengucapkan salam, pria itu tidak menunggu lama. Persis seperti kemarin, ia bergegas meninggalkan mesjid itu. Dan Ibn al-Munkadir mengikutinya dari belakang. Ia ingin tahu siapa sebenarnya pria itu. Pria itu menuju ke sebuah lorong, dan setibanya di depan sebuah rumah ia masuk ke dalamnya. "Hmm, rupanya di situ pria ini tinggal. Baiklah sebentar aku akan mengunjunginya."
                                                             
                                                              ***
      Matahari telah naik sepenggelahan. Usai menyelesaikan shalat Dhuha-nya, Ibn al-Munkadir pun bergegas mendatangi rumah pria itu. Ternyata ia sedang sibuk mengerjakan sebuah sepatu.
Begitu ia melihat Ibn al-Munkadir, ia segera mengenalinya. "Marhaban wahai Abu 'Abdullah -begitulah Ibn al-Munkadir dipanggil-! Adakah yang bisa kubantu ? Mungkin engkau ingin memesan sebuah alas kaki ?" ujar pria itu menyambut kedatangan Ibn al-Munkadir.
    Namun Ibn al-Munkadir justru menanyakan hal yang lain. "Bukankah engkau yang bersamaku di mesjid kemarin malam itu?".
    Dan tanpa diduga, wajah pria itu nampak sangat marah. Dengan nada suara yang tinggi ia berkata,"Apa urusanmu dengan itu semua, wahai Ibn al-Munkadir?!"

   "Nampaknya ia sangat marah. Aku harus segera pergi dari sini," ujar Ibn al-Munkadir dalam hati. Dan ia pun segera pamit meninggalkan rumah tukang sepatu itu.
                                                              ***
      Ini adalah malam ketiga sejak peristiwa itu. Seperti malam-malam sebelumnya, malam itu Ibn al-Munkadir berjalan menuju mesjid Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Satu hal yang agak berbeda malam itu. Di hatinya ada harapan yang kuat untuk melihat pria tukang sepatu itu. Setibanya di mesjid dan mengerjakan shalat seperti biasanya, ia bersandar sambil berharap pria itu kembali terlihat di depan matanya.

     Namun malam semakin malam, namun pria yang ditunggu-tunggu tidak kunjung kelihatan. Ibn al-Munkadir tersadar. Ia telah melakukan suatu kesalahan. "Inna lillah' Apakah yang telah kulakukan??" itulah gumamnya saat menyadari kesalahan itu.

    Dan usai shalat subuh, ia segera meninggalkan mesjid itu dan mendatangi rumah sang tukang sepatu. Namun yang temukan hanya pintu rumah yang terbuka dan tidak ada lagi pria itu. Penghuni rumah itu berkata,"Wahai Abu 'Abdullah ! Apa yang terjadi antara engkau dengan dia ?"
"Apa yang telah terjadi?" tanya Ibn al-Munkadir.

     "Ketika engkau keluar dari sini kemarin itu, ia segera mengumpulkan semua barangnya hingga tidak satu pun yang tersisa. Lalu ia pergi dan kami tidak tahu kemana ia pergi hingga kini," jelas penghuni rumah itu.

    Dan sejak hari itu, Ibn al-Munkadir mengelilingi semua rumah yang ia ketahui di kota Madinah. Namun sia-sia belaka. Pencariannya tidak pernah membuahkan hasil. Dan hingga kini di abad 14 Hijriyah ini, kita pun tidak pernah tahu siapa pria tukang sepatu itu. Jejak-jejaknya yang terhapus oleh hembusan angin sejarah seolah bergumam, "Biarlah, hanya Allah yang mengenalku..."[]

Sumber: Rindu seorang Mujahid, Abul Miqdad al-Madany 2006

Read more »

Rabu, 16 Februari 2011

Kisah Unik: Kekuatan Argumen Seorang Bocah



Saya diberitahu oleh seorang kawan yang jujur (seorang wakil kepala sekolah), bahwa dirinya pernah masuk ke sebuah masjid di Riyadh. Ketika sedang melaksanakan shalat Tahiyatul masjid, saya terganggu dengan bau rokok yang sangat menyengat hingga membuyarkan kekhusyu’an saya. Selesai salam, saya menoleh dan menemukan seorang pria mesir yang bibirnya menghitam karena rokok. Saya berkata dalam hati bahwa saya akan menunggu sampai shalat jama’ah selesai lalu saya akan berbicara dan menasehatinya. Namun, saya dikejutkan oleh seorang bocah kecil yang usianya tidak lebih 9 tahun. Bocah itu masuk ke mesjid dan duduk disamping pria tersebut. Kemudian terjadilah dialog diantara mereka sebagai berikut:
Bocah: “Assalamu’alaikum, Paman! Anda dari Mesir?”
Pria: “Ya, aku dari Mesir.”
Bocah: “Anda tahu Syaikh Abdul Hamid Kasyk?”
Pria: “Ya, aku tahu.”
Bocah: “Syaikh Muhammad Al-Ghazali?”
Pria: “Ya, aku tahu.”
Bocah: “Anda pernah mendengarkan kaset-kaset ceramah dan fatwa mereka?”
Pria: “Ya, pernah.”
Bocah: “Baik. Para ulama dan para Syaikh itu semuanya menyatakan bahwa
            rokok itu haram. Mengapa Anda merokok?”
            Pria (mulai gelagapan): “Tidak. Rokok tidak haram.”
            Bocah: “Ya, haram. Bukankah Allah berfirman, “dan Dia mengharamkan hal-hal
            yang kotor bagi mereka.” (QS.Al-A’raf:157)”
            Jika mau merokok, apakah anda membaca bismillah? Dan jika selesai, apakah anda membaca Alhamdulillah?”
            Pria (dengan congkak): “Tidak. Tapi, aku tidak menemukan ayat-ayat yang berbunyi, “Dan Dia mengharamkan rokok bagi kamu.”
            Bocah: “Paman! Rokok itu haram. Sama seperti apel yang juga haram.”
            Pria (sambil marah): “Apel haram? Atas dasar apa kamu menghalalkan dan mengharamkan sesuatu?”
            Bocah: “Tolong tunjukkan pada saya ayat-ayat yang berbunyi: “Dan Dia menghalalkan apel bagi mereka.”
            Pria itu benar-benar gelagapan, bungkam dan tidak bisa berkata-kata, lalu tangisnya meledak. Saat shalat dilaksakan, pria itu masih menangis. Dan setelah selesai shalat pria itu menoleh kerah bocah tersebut dan berkata, “Dengar, nak! Aku bersumpah demi Allah Yang Maha Agung, aku tidak akan merorok lagi selama hidupku.”
             Saudara-saudara! Ini adalah kisah nyata dan unik. Bagaimana mungkin bocah kecil ini bias berbicara dengan kekuatan dan argument yang mengagumkan seperti itu. Lebih-lebih pada zaman sekarang ini zaman Playstation dan hal-hal yang tidak bermutu.

Sumber: Mausu'atul qashal mu'atsirah, Ahmad Salim Baduwailan, 2007.

Read more »

 
Cheap Web Hosting | Top Web Hosts | Great HTML Templates from easytemplates.com.